Waktu begitu cepat berjalan dan kita tak akan pernah tahu akan hal apa yang akan terjadi esok hari. Namun kata orang-orang bijak bahwa suatu saat nanti kita akan digantikan oleh orang-orang lain. Lantas apakah kamu sudah siap untuk digantikan oleh oleh orang lain?
Mau tidak mau kamu pasti menjawab iya. Karena pada dasarnya ketika kamu menjawab tidak pun kamu akan tetap digantikan oleh orang lain. Masa depan akan tetap menjadi masa depan, tapi saat ini di masa depan akan menjadi masa lalu.
Delapan puluh empat tahun yang lalu pemuda Indonesia telah melakukan ikrar. Sekarang lebih dikenal dengan sumpah pemuda. Mereka berjanji pada diri mereka sendiri untuk beresatu. Untuk membangun Indonesia dan untuk memerdekakan Indonesia. Itu telah dilakukan untuk kemerdekaan indonesia.
Lalu apa yang bisa kita berikan untuk orang-orang masa depan? Apa yang bisa kita lakukan saat ini? mementingkan diri sendiri? Atau malah terbius oleh perasaan senang belaka?
Indonesia kini sedang dalam keadaan getir. Indonesa dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Generasi kita telah terancam oleh imperialisme barat. Dan, apakah kita masih bangga dengan apa yang bisa kita nikmati saat ini? apa kita masih merasa senang untuk buka facebook, twitter ataupun yang lainnya?
Apakah kita tidak mau meneruskan perjuangan para pahlawan kita?
Kita terlahir saat Indonesia telah merdeka. Dan kita terlahir di era pembangunan Indonesia. Sekarang perjuangan kita bukan lagi untuk berperang kawan.Perjuangan kita adalah untuk membuat Indonesia menjadi negara yang bermartabat, negara yang bida berdiri di kaki sendiri. Seperti yang diucapkan oleh soekarno dahulu.
Para pahlawan yang telah gugur untuk memperjuangkan negeri yang bernama Indonesia telah mempercayakan kita untuk mengisi kemerdekaan Indonesia. Dulu mereka mengorbankan nyawa dan keluarga mereka hanya untuk satu kata "Merdeka".
Maka dari itu, mulai saat ini bangunlah para pemuda Indonesia. Masa depan bangsa ada di tanganmu. Kemajuan bangsa ada di genggamanmu.Tak ada yang tidak mungkin terjadi di dunia ini. Dan tidak ada pula yang terlambat. Kini sudah waktunya untuk berjuang. Dan biarkan anak cucu kita melihat kemajuan bangsa yang sama-sama kita cintai.
Delapan puluh empat tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 27-28 Oktober 1928 pemuda Indonesia melaksanakan kongres pemuda yang kedua yang dilakukan di Djakarta. Dalam kongres tersebut, pemuda Indonesia melakukan ikrar yang sekarang lebih dikenal dengan istilah Sumpah Pemuda. “Lantas apakah isi dari sumpah pemuda itu sendiri dan apakah substansi yang dapat kita ambil dari peristiwa sumpah pemuda untuk saat ini? “ Marilah kita bahas kronologi dari sumpah pemuda itu sendiri.
Dahulu kala, bangsa Indonesia terkenal dengan penguasaan dalam bidang maritim. Kerajaan-kerajaan di Indonesia dahulu sangat menguasai lautan. Kerajaan yang mampu menyatukan seluruh nusantara adalah Kerajaan Majapahit dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua. Inilah yang menjadi landasan Kerajaan Majapahit dalam menjalankan kehidupan di Kerajaan.
Namun kedatangan bangsa Belanda pada tahun 1595 mengubah semua tataran kehidupan di pribumi. Karena Belanda menyadari adanya persatuan di Nusantara akan menghambat penjajahan di bumi pertiwi, maka Belanda menggunakan strategi politik adu domba yang berhasil memecah belah persatuan di Nusantara. Dan alhasil Belanda bisa menjalankan kolonialisme di Indonesia.
Namun setelah 3,5 abad Belanda menjajah Indonesia tekanan dari dunia internasional pun sering ditujukan ke negeri ini. Belanda yang sebelumnya hanya memeras sumber daya alam yang ada di Indonesia akhirnya mendirikan sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi. Sekarang lebih dikenal dengan istilah politik etis. Tapi pada dasarnya hal ini juga menguntungkan Belanda, karena hasil dari sekolah-sekolah di pribumi kala itu disesuaikan dengan kebutuhan bangsa Belanda untuk menjalankan administrasi pemerintahan kala itu.
Dengan adanya sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi maka mau tidak mau muncullah kaum terpelajar yang ada di Indonesia. Kaum-kaum inilah yang akhirnya sadar bahwasanya tanah kelahiran mereka “Indonesia” telah dijajah oleh bangsa Belanda. Munculnya kesadaran ini pertama kali oleh para pendiri Budi Utomo pada tahun 1908. Sekarang untuk memperingati hal tersebut kita menetapkan tanggal 20 Mei tersebut sebagai hari kebangkitan Nasional.
Perlawanan di berbagai daerah terus bermunculan dengan adanya perkumpulann-perkumpulan pemuda. Ada Jong Java, Jong Sumatra, dan lain sebagainya. Namun setelah sekian lama mereka melakukan perlawanan, hasilnya mereka tetap tidak mampu untuk mengalahkan bangsa Belanda. Dan akhirnya mereka sadar, bahwa tanpa adanya persatuan, maka perjuangan mereka akan selalu sia-sia. Tanpa ada rasa kebersamaan, tidak akan mungkin mereka mampu untuk melawan. Maka dari itu, mereka melakukan ikrar yang bunyinya :
Pertama : - KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua : - KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga : - KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari peristiwa ini. Salah satunya adalah persatuan. Dengan adanya persatuan di kalangan warga negara Indonesia, saya sangat yakin bahwa negara kita bisa menjadi negara yang maju. Apalagi budaya gotong royong kita, jika bisa berjalan dengan semestinya akan terasa lebih baik.
Nah, coba saja kita lihat saat ini. Masyarakat Indonesia masih saja mementingkan kelompok mereka masing-masing. Apalagi konflik antara KPK dan Polri kemarin, Sungguh membuat saya merasa miris. Seharusnya mereka saling membantu dalam pemberantasan korupsi. Nah yang seperti ini jangan sampai kita tiru. lebih baik tetapkan satu tujuan bersama yang bermanfaat untuk bangsa, kemudian kita bersama-sama untuk mencapainya.
Selain hal itu sebagai seorang pemuda kita diberikan tanggung jawab besar untuk masa depan bangsa. Bukan hanya untuk mengkritik pemerintah, namun juga dengan memberikan solusi untuk permasalahan bangsa ini. Karena kalau hanya mengkritik, tukang becak juga bisa kok.
Aku sangat berharap pada momen sumpah pemuda ini menjadi suatu batu loncatan untuk berfikir lebih lapang lagi. Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bisa mengerti arti dari Bhineka Tunggal Ika. Kalau kita tetap tidak bisa bersatu, bagaimana nasib tanah air kita tercinta ini?
Aku punya oleh-oleh nih, habis jalan-jalan ke youtube tadi. Aku nemu video bagus walaupun gambarnya memang sedikit jadul, tak lihat makna dari video dan lagunya sungguh menyentuh hati. Mungkin karena saya hobi mendengarkan lagu-lagunya slank jadi tertarik untuk muter nie video.
Bagi kamu yang bukan peggemarnya slank (SLANKERS), gak ada salahnya kan kalau kamu menengok sebentar video ini? Toh juga gak menyita banyak waktu kok. Soalnya waktunya cuma sekitar 4 menit sih.
"Gubraaaaak....... :)
Lagu ini mengungkapkan sebuah kekhawatiran dari slank tentang masa depan Indonesia. Slank yang sudah mau memperhatikan kondisi Indonesia dan mereka juga punya cara yang sangat unik sekali. Bukan melalui kritik terhadap pemerintah, bukan dengan cara demonstrasi, dan bukan dengan cara-cara yang anarki. Slank menggambarkan kekhawatirannya dan himbauannya melalui sebuah lagu.
Slank
INDONESIAKAN UNA
Reni pliss I need to talk to you
ttg future hidup kita
about mezzaluna benih cinta
mampukah kita membesarkan una di negeri ini ...
Reni pliss aku ingin tahu
biaya masuk sekolah
kalau sakit dokter dan obat berapa
cukupkah kita tuk merawat Una di negeri ini ...
Reni apa kamu gak merasa takut
manusia di sini mulai gak manusiawi
dan kebenaran cuma jadi barang opini
Bisakah kita melindungi Una di negeri ini ...
Reni coba jangan slalu ikuti
beli boneka Toy Story dan makan di McD
ajarin main congklak atau makan di lesehan
Akankah kita membuka pikirannya di negeri ini ...
Kuatkah kita Indonesiakan Una di negeri sendiri ...
Memang benar apa yang dikhawatirkan oleh bimbim dan kawan-kawan. Bagaimana nasib generasi bangsa kita jika biaya untuk sekolah dan biaya untuk berobat ke dokter itu mahal? Hal tersebut akan berdampak pada bertambahnya masyarakat kita yang putus sekolah, bahkan akan selalu terus-terusan menahan rasa sakit karena tidak mampu untuk pergi ke dokter.
Media-media yang dengan mudah bisa di akses oleh anak-anak di negeri ini sudah banyak dicemari oleh kekerasan. Hal ini akan berdampak pada psikologi anak, dan akan berimbas pada pembentukan karakter anak. Nah lo, kalau semua anak Indonesia suka tawuran, mau jadi apa negeri ini? Apakah mau menjadi sebuah negara anarki?
Selain dengan kekerasan, banyak berita-berita di televisi yang menampilkan para politikus yang mempermainkan kebenaran. Hanya untuk meningkatkan citra dari seseorang, namun telah menjelek-jelekkan lawan politiknya. Apakah ini pantas di lihat oleh anak-anak sebagai generasi penerus negeri ini? Lantas bagaimana kalau sebagian besar generasi kita menirukan hal tersebut. Kita mau bilang apa lagi?
Apa yang kita berikan dan ajarkan kepada anak-anak kita nanti akan menjadi muka Indonesia kedepan. Jika kita membiasakan mereka untuk makan di McD, maka suatu saat mereka tidak akan mengenal lagi makanan-makanan khas Indonesia. Dan semua budaya yang kita punyai akan hilang jika kita sendiri tidak mau mengamankannya.
Namun satu hal yang terpenting untuk kita lakukan.
Buku bunga rampai wawasan kebangsaan dengan judul Pemuda dalam Pusaran Nasionalisme Semu ini memberikan banyak warna kepada kita yang membacanya. Pikiran-pikiran segar para mahasiswa dalam memotret berbagai aspek kehidupan dan meresponnya, memberikan oase tersendiri bagi pengembangan wawasan kebangsaan di negeri ini.
Banyak yang dapat digali dan diambil manfaatnya dari buku ini, dan kita pun tahu bahwa lewat tulisan, banyak yang dapat diberikan dan dilakukan mahasiswa dalam memberikan kontribusi positifnya kepada bangsa dan negara