Tampilkan postingan dengan label Catatan Pinggiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Pinggiran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012

Memetik substansi sumpah pemuda

Delapan puluh empat tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 27-28 Oktober 1928 pemuda Indonesia melaksanakan kongres pemuda yang kedua yang dilakukan di Djakarta. Dalam kongres tersebut, pemuda Indonesia melakukan ikrar yang sekarang lebih dikenal dengan istilah Sumpah Pemuda. “Lantas apakah isi dari sumpah pemuda itu sendiri dan apakah substansi yang dapat kita ambil dari peristiwa sumpah pemuda untuk saat ini? “ Marilah kita bahas kronologi dari sumpah pemuda itu sendiri.

Dahulu kala, bangsa Indonesia terkenal dengan penguasaan dalam bidang maritim. Kerajaan-kerajaan di Indonesia dahulu sangat menguasai lautan. Kerajaan yang mampu menyatukan seluruh nusantara adalah Kerajaan Majapahit dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda namun tetap satu jua. Inilah yang menjadi landasan Kerajaan Majapahit dalam menjalankan kehidupan di Kerajaan.

Namun kedatangan bangsa Belanda pada tahun 1595 mengubah semua tataran kehidupan di pribumi. Karena Belanda menyadari adanya persatuan di Nusantara akan menghambat penjajahan di bumi pertiwi, maka Belanda menggunakan strategi politik adu domba yang berhasil memecah belah persatuan di Nusantara. Dan alhasil Belanda bisa menjalankan kolonialisme di Indonesia.

Namun setelah 3,5 abad Belanda menjajah Indonesia tekanan dari dunia internasional pun sering ditujukan ke negeri ini. Belanda yang sebelumnya hanya memeras sumber daya alam yang ada di Indonesia akhirnya mendirikan sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi. Sekarang lebih dikenal dengan istilah politik etis. Tapi pada dasarnya hal ini juga menguntungkan Belanda, karena hasil dari sekolah-sekolah di pribumi kala itu disesuaikan dengan kebutuhan bangsa Belanda untuk menjalankan administrasi pemerintahan kala itu.

Dengan adanya sekolah-sekolah untuk penduduk pribumi maka mau tidak mau muncullah kaum terpelajar yang ada di Indonesia. Kaum-kaum inilah yang akhirnya sadar bahwasanya tanah kelahiran mereka “Indonesia”  telah dijajah oleh bangsa Belanda. Munculnya kesadaran ini pertama kali oleh para pendiri Budi Utomo pada tahun 1908. Sekarang untuk memperingati hal tersebut kita menetapkan tanggal 20 Mei tersebut sebagai hari kebangkitan Nasional.

Perlawanan di berbagai daerah terus bermunculan dengan adanya perkumpulann-perkumpulan pemuda. Ada Jong Java, Jong Sumatra, dan lain sebagainya. Namun setelah sekian lama mereka melakukan perlawanan, hasilnya mereka tetap tidak mampu untuk mengalahkan bangsa Belanda.  Dan akhirnya mereka sadar, bahwa tanpa adanya persatuan, maka perjuangan mereka akan selalu sia-sia. Tanpa ada rasa kebersamaan, tidak akan mungkin mereka mampu untuk melawan. Maka dari itu, mereka melakukan ikrar yang bunyinya :


Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari peristiwa ini. Salah satunya adalah persatuan. Dengan adanya persatuan di kalangan warga negara Indonesia, saya sangat yakin bahwa negara kita bisa menjadi negara yang maju. Apalagi budaya gotong royong kita, jika bisa berjalan dengan semestinya akan terasa lebih baik.

Nah, coba saja kita lihat saat ini. Masyarakat Indonesia masih saja mementingkan kelompok mereka masing-masing. Apalagi konflik antara KPK dan Polri kemarin, Sungguh membuat saya merasa miris. Seharusnya mereka saling membantu dalam pemberantasan korupsi. Nah yang seperti ini jangan sampai kita tiru. lebih baik tetapkan satu tujuan bersama yang bermanfaat untuk bangsa, kemudian kita bersama-sama untuk mencapainya.

Selain hal itu sebagai seorang pemuda kita diberikan tanggung jawab besar untuk masa depan bangsa. Bukan hanya untuk mengkritik pemerintah, namun juga dengan memberikan solusi untuk permasalahan bangsa ini. Karena kalau hanya mengkritik, tukang becak juga bisa kok.

Aku sangat berharap pada momen sumpah pemuda ini menjadi suatu batu loncatan untuk berfikir lebih lapang lagi. Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bisa mengerti arti dari Bhineka Tunggal Ika. Kalau kita tetap tidak bisa bersatu, bagaimana nasib tanah air kita tercinta ini?

Kamis, 18 Oktober 2012

Wartawan di aniaya?

Siang ini aku sedikit terkejut dengan berita yang terpampang di halaman muka Jawa Pos. Disitu terlihat ada sebuah pemukulan terhadap seorang wartawan saat meliput jatuhnya pesawat hawk 200 di riau. Dan yang paling membuat saya bertanya-tanya adalah "kenapa yang melakukan pemukulan itu adalah para TNI AU?.

Kok bisa ya? Angkatan bersenjata seperti TNI AU melakukan pemukulan terhadap wartawan?

Padahal pada UU RI No 40 tahun 1999 , di salah satu pasal tertulis "Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.".
Sudah jelas kan ? Kalau pers itu mempunyai hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi?

Lantas kenapa ketika mencari informasi terkait jatuhnya pesawat tempur Hawk 200 ada wartawan yang dipukuli?

Berdasarkan konfirmasi yang tertulis di harian Jawa Pos yang di ungkapkan oleh pihak TNI AU, Bahwasanya mereka hanya ingin mengamankan lokasi. Karena di dalam pesawat tersebut masih tersimpan bahan peledak dari senjata yang ada di badan Pesawat Tempur Hawk 200. Tapi kenapa mesti dengan kekerasan? Apa mereka tidak tahu atau tidak pernah belajar mengenai UU Pers?

Sedikit kecewa sih...

Walaupun saya bukanlah seorang wartawan, namun saya turut kecewa dengan adanya peristiwa pemukulan itu. Apalagi dilakukan oleh aparat yang bertanggung jawab atas pertahanan negara.

Tugas mulia seorang wartawan sebagai penyedia informasi kepada masyarakat tidak dihargai oleh para anggota TNI AU. Padahal mereka ingin memberikan berita yang aktual kepada masyarakat. Tujuan mereka baik, ingin memberikan fakta yang terjadi di negeri ini. Bukan untuk menggiring opini atau memperkeruh suasana negeri ini.

Sempet terlintas juga sih pertanyaan nakal "Militer diajari kedisiplinan atau di ajari kekerasan?". Munculnya pertanyaan tersebut akan menimbulkan beberapa pandangan nyleneh "Lantas apa bedanya sama preman kalau seperti itu?" Toh juga jarang sekali ada berita bahwa ada wartawan yang di aniaya oleh preman.

Semoga bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua. Bahwa tidak semua hal harus diselesaikan dengan kekerasan.

#SALAM PERS

Minggu, 14 Oktober 2012

Refleksi Sumpah Pemuda

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie
sumpah pemuda
Sudah hampir delapan puluh empat puluh tahun yang lalu para pemuda memimpikan sebuah bangsa yang merdeka. Sebuah bangsa yang bersatu pula. Tanpa melihat golongan, ras, atau suku dari manapun, pemuda Indonesia bertekad untuk menyatukan negeri ini dengan melakukan "Sumpah Pemuda"

Keinginan inilah yang membakar semangat para pemuda saat itu yang sudah berkomitmen dalam satu pergerakan. Satu semangat mereka untuk senantiasa mengabdi untuk melawan penjajah [belanda]. Karena saat itu mereka sadar, tanpa adanya persatuan maka segala bentuk perjuangan yang dilakukan untuk melawan penjajah akan sia-sia.

Persamaan latar belakang dan juga kecintaan terhadap tanah air mendorong para pemuda untuk berjanji mempersatukan Indonesia.

Berbicara tentang persatuan, ini merupakan suatu hal pokok yang harus kita pahami terlebih dahulu. Terkadang kita belum sadar akan makna persatuan. Persatuan disini khusunya persatuan Indonesia, yang juga tercantum dalam dasar negara kita (Pancasila) sila ke tiga.

Banyak hal yang membuat persatuan saat ini sulit untuk dilaksanakan. Terutama pada organisasi-organisasi yang ada di Indonesia. Masih adanya rasa saling mencurigai antara satu dan lainnya menjadi faktor utama terhambatnya persatuan. Perbadaan idiologis menjadi tembok yang memisahkan bangsa Indonesia menjadi gerbong-gerbong.

Namun memperingati hari sumpah pemuda yang akan datang bulan Oktober ini, semoga saja ada kerendahan hati dari para pemuda Indonesia khususnya Mahasiswa Indonesia untuk kembali bersatu. Kembali memperjuangkan kemajuan Indonesia. Bergotong-royong untuk menciptakan masyarakat adil makmur di Indonesia.

Semoga Bermanfaat. :)

Sabtu, 13 Oktober 2012

Sampah/Sumpah Pemuda

Ini bukanlah suatu masalah bagi pemuda saat ini. Ini juga bukan suatu masalah bagi para mahasiswa yang hobi bersenang-senang. Bukan masalah siapa yang membayar kita ketika kita memperjuangkan nasib sesama. Dan bukan masalah politik bangsa yang semakin semrawut dengan munculnya beragam kepentingan.
Ini adalah masalah peran mahasiswa yang merupakan irisan pemuda Indonesia sebagai kader bangsa.
Di bulan Oktober ini seharusnya menjadi momentum yang pas untuk membangkitkan gairah seorang pemuda. Seorang yang idealis, kritis, dan mempunyai semangat juang yang menggebu-gebu. Seorang pemuda yang optimis untuk membawa Indonesia keluar dari ambang keterpurukan selama bertahun-tahun.

Bukan hanya aksi turun ke jalan tanpa suatu solusi yang kongkret. Negeri ini tidak membutuhkan pemuda yang kritis dan hanya bisa bisa mengkritik. Namun negeri ini membtuhkan orang-orang yang mempunyai kemauan untuk bersatu.

Kita harus tahu bahwa peran kita sebagai mahasiswa adalah sebagai kader bangsa. Seorang yang akan bertanggung jawab akan masa depan bangsa. Seorang yang rela mengembangkan potensi dirinya untuk kemajuan bangsa. Seorang yang mempunyai mimpi untuk menjadikan masyarakat adil makmur di Indonesia. Bukan malah menjadi penghambat kemajuan bangsa.
Wahai mahasiswa, terimalah takdirmu sebagai mahasiswa
[untuk mahasiswa] kita ditakdirkan menjadi seorang agent of change. Kata senior-senior kepada mahasiswa baru ketita ospek. Namun apakah yang berbicara sudah memahami makna dari kalimat tersebut? Sebagai seorang agen perubahan, mahasiswa seharusnya mempunyai pemikiran yang lebih jauh maju kedepan. Siap untuk menjawab permasalahan bangsa. Bukan malah bertanya-tanya "apa permasalahan bangsa...!"

Apakah pantas seorang mahasiswa yang notabennya adalah calon intelek muda mempertanyakan permasalahhan bangsa. Lantas ketika mereka mencari-cari permasalahan bangsa? siapa yang harus segera menjawab permasalahan bangsa? Saya rasa mahasiswalah yang harus menjawabnya. Karena mahasiswa masih mempunyai idealisme yang belum terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan elit politik.

Takdir yang diemban mahasiswa bukanlah suatu beban yang sangatlah berat. Namun sebagai seorang penerus bangsa, itu dapat kita jadikan suatu semangat yang tinggi dan memotivasi kita. Kita harus berani untuk mengakui bahwa kita benar-benar orang Indonesia. Dengan apa? dengan beragam budaya dan kearifan lokal yang berlimpah di Indonesia. Dengan melestarikan budaya timur yang ramah.

Di bulan Oktober ini, pernah terjadi sebuah momentum bersejarah yang mampu menggerakkan pemuda Indonesia untuk bersatu. Dikala itu mereka bersumpah untuk satu tujuan yang sama untuk Indonesia. Setiap kegiatan yang dilakukan hanya demi sebuah kemerdekaan Indonesia. Sampai banyak mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk memikirkan masa depan bangsa. Atmosfer persatuan kala itu sangat tebal sekali sehingga mampu menutupi semua warna yang ada di dalamnya.

Para pemuda kala itu sudah mampu menjawab tantangan yang ada pada generasi mereka. Namun pertanyaannya sekarang "bagaimanakan peran pemuda Indonesia saat ini mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan kita?" Negeri ini sudah pernah mengalami kegagalan untuk lepas landas dari bandara keterpurukan. Hanya semangat-semangat pemuda yang harus dipupuk untuk mempersiapkan armada untuk lepas landas. Jangan malah menjadi seperti resistance yang terus menghambat kemajuan bangsa. Sudah saatnya kita bersatu untuk merapatkan barisan. Tidak perlu bersumpah kepada negara, namun bersumpahlah pada diri sendiri untuk memajukan Indonesia.

Kamis, 11 Oktober 2012

Manusia Super [Made In Indonesia]

Dunia pendidikan di negeri ini sangatlah menarik untuk diperbincangkan. Karena selalu ada saja polemik-polemik yang terjadi dalam dunia pendidikan kita. Mulai dari tawuran pelajar, uang masuk sekolah, demonstrasi dan masih banyak hal lain yang terjadi di negeri ini.

Ironis memang ketika yang kita sorot adalah hal-hal yang negatif saja. Padahal kalau mau kita perhatikan lebih jauh, banyak kok siswa-siswa kita yang berprestasi.  Namun karena masyarakat kita hanya suka mengkritik, jadi ya yang paling di sorot yang jelek-jelek saja.

Namun kalau kita cermati, memang benar bahwa ada yang salah dari sistem pendidikan kita. Iya , memang kita diciptakan untuk menjadi manusia super (Superman kali ya?). Karena tidak disesuaikan dengan minat siswanya, maka semua di sama ratakan dalam suatu sekolah. Akibatnya semua pelajaran yang dipelajari itu menjadi setengah-setengah. Gak maksimal.

Pandangan masyarakat kita juga terasa tidak adil terhadap siswa-siswa. Mereka yang nilai rapor sekolahnya banyak yang merah dianggap sebagai siswa yang bodoh. Padahal sebenarnya dia mempunyai kemampuan yang lebih dalam bidang lain. Misalkan saja dalam hal seni musik, seni lukis, seni tari atau kemampuan lainnya. Bayangkan jika anda harus belajar dalam bidang yang tidak kamu sukai? nyaman atau tidak?

Ada semacap cap yang melekat kepada siswa yang dalam pelajaran tidak bisa mendapatkan nilai-nilai bagus. Yaitu cap tinta merah yang ada di dalam rapor kita diwaktu sekolah. Sadarkah kita bahwa itu merupakan suatu pembatasan terhadap suatu kreatifitas? Dan malah akan menjerumuskan siswa-siswa kita ke dalam pragmatisme.

Apakah yang sekarang menjadi orientasi sekolah-sekolah? Pastilah mereka berlomba-lomba ingin menciptakan suatu prestasi. Namun apalah nilai dari prestasi tanpa aplikasi? Nol besar.

Banyak siswa sekarang yang hanya memprioritaskan nilai daripada substansi dari yang mereka pelajari. Saya ambil contoh ketika saya masih SMA dulu, temen-temenku banyak yang hanya mengejar nilai mereka. Entah mereka sadar atau tidak apa yang sebenarnya dia pelajari. Dan untuk apa sebenarnya yang mereka pelajari.

Diakui atau tidak itulah sistem pendidikan kita. Disi lain mungkin keinginan pemerintah sangat tinggi karena ingin mencetak suatu produk yang mahal harganya, yaitu sebuah manusia super atau mungkin robot canggih yang bisa melakukan segalanya. Tidak ada hal spesifik yang dikuasai.

Semua keputusan ada di tangan kita. Apakah kita ingin menjadi seperti mesin-mesin yang digerakkan oleh sistem kita. Atau kita mau mencoba untuk masuk ke dalam sistem yang rumit ini. Memang butuh waktu, butuh pengorbanan, butuh tenaga yang ekstra pula untuk memperbaiki ini semua. Tapi tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita mau berusaha. Asal ada keyakinan dan juga ada usaha dari kita niscaya semua tujuan mulia kita akan tercapai. Tidak perlu takut untuk salah, karena salah tidak selalu dosa. Namun dosalah yang pasti salah.

Rabu, 10 Oktober 2012

Bagaimanakah nasib Indonesia kedepan?

Aku punya oleh-oleh nih, habis jalan-jalan ke youtube tadi. Aku nemu video bagus walaupun gambarnya memang sedikit jadul, tak lihat makna dari video dan lagunya sungguh menyentuh hati. Mungkin karena saya hobi mendengarkan lagu-lagunya slank jadi tertarik untuk muter nie video.

Bagi kamu yang bukan peggemarnya slank (SLANKERS), gak ada salahnya kan kalau kamu menengok sebentar video ini? Toh juga gak menyita banyak waktu kok. Soalnya waktunya cuma sekitar 4 menit sih.

"Gubraaaaak....... :)


Lagu ini mengungkapkan sebuah kekhawatiran dari slank tentang masa depan Indonesia. Slank yang sudah mau memperhatikan kondisi Indonesia dan mereka juga punya cara yang sangat unik sekali. Bukan melalui kritik terhadap pemerintah, bukan dengan cara demonstrasi, dan bukan dengan cara-cara yang anarki. Slank  menggambarkan kekhawatirannya dan himbauannya melalui sebuah lagu.


Slank
INDONESIAKAN UNA


Reni pliss I need to talk to you
ttg future hidup kita
about mezzaluna benih cinta

mampukah kita membesarkan una di negeri ini ...

Reni pliss aku ingin tahu
biaya masuk sekolah
kalau sakit dokter dan obat berapa

cukupkah kita tuk merawat Una di negeri ini ...

Reni apa kamu gak merasa takut
manusia di sini mulai gak manusiawi
dan kebenaran cuma jadi barang opini

Bisakah kita melindungi Una di negeri ini ...

Reni coba jangan slalu ikuti
beli boneka Toy Story dan makan di McD
ajarin main congklak atau makan di lesehan

Akankah kita membuka pikirannya di negeri ini ...
Kuatkah kita Indonesiakan Una di negeri sendiri ...

Memang benar apa yang dikhawatirkan oleh bimbim dan kawan-kawan. Bagaimana nasib generasi bangsa kita jika biaya untuk sekolah dan biaya untuk berobat ke dokter itu mahal? Hal tersebut akan berdampak pada bertambahnya masyarakat kita yang putus sekolah, bahkan akan selalu terus-terusan menahan rasa sakit karena tidak mampu untuk pergi ke dokter. 

Media-media yang dengan mudah bisa di akses oleh anak-anak di negeri ini sudah banyak dicemari oleh kekerasan. Hal ini akan berdampak pada psikologi anak, dan akan berimbas pada pembentukan karakter anak. Nah lo, kalau semua anak Indonesia suka tawuran, mau jadi apa negeri ini? Apakah mau menjadi sebuah negara anarki? 

Selain dengan kekerasan, banyak berita-berita di televisi yang menampilkan para politikus yang mempermainkan kebenaran. Hanya untuk meningkatkan citra dari seseorang, namun telah menjelek-jelekkan lawan politiknya. Apakah ini pantas di lihat oleh anak-anak sebagai generasi penerus negeri ini? Lantas bagaimana kalau sebagian besar generasi kita menirukan hal tersebut. Kita mau bilang apa lagi?

Apa yang kita berikan dan ajarkan kepada anak-anak kita nanti akan menjadi muka Indonesia kedepan. Jika kita membiasakan mereka untuk makan di McD, maka suatu saat mereka tidak akan mengenal lagi makanan-makanan khas Indonesia. Dan semua budaya yang kita punyai akan hilang jika kita sendiri tidak mau mengamankannya.

Namun satu hal yang terpenting untuk kita lakukan.

"Indonesiakan orang Indonesia"

Pesta demokrasi ala mahasiswa



Sebuah acara terbesar yang dinanti para mahasiswa khususnya mereka-mereka yang termasuk para aktivis kampus. Sebuah agenda yang melibatkan seluruh mahasiswa. Dimana akan dilaksanakan secara langsung miniatur demokrasi yang ada di negeri ini. Untuk sebuah pembelajaran untuk memilih dan dipilih, untuk belajar menyusun suatu misi besar, untuk belajar mengkoordinasi massa, dan masih banyak lagi yang dapat kita pelajari dari sistem ini.

Jika kita telaah makna dari demokrasi adalah sistem pemerintahan yang dilaksanakan dari keinginan rakyat, oleh rakyat , dan untuk kesejahteraan rakyat. Pada dasarnya rakyatlah yang menjadi pemeran penting dalam berjalannya demokrasi.

Dalam dunia mahasiswa khususnya di kampus perjuangan ITS, para mahasiswa merayakan pesta demokrasi dengan mengadakan PEMIRA (Pemilu Raya). Dalam PEMIRA ini akan dipilih presiden Badan Eksekutif Mahasiswa dan Juga Dewan Perwakilan Mahasiswa.

Semua mahasiswa yang masih aktif dilibatkan dalam pergolakan politik kampus ini. Mulai dari para anggota ormawa sampai mahasiswa yang suka nongkrong, semua mempunyai hak yang sama untuk dipilih dan memilih. Namun dalam Undang-Undang PEMIRA KM ITS disebutkan bahwa yang masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) adalah mahasiswa aktif yang telah mengikuti perkuliahan selama 6 bulan.

Kondisi politik di dalam kampus sendiri seperti diselimuti kabut yang pekat. Pandangan-pandangan miring yang dilemparkan kepada para aktivis kampus membentuk sikap antipati terhadap politik kampus. Tidak menutup kemungkinan adanya black campaign juga menyebabkan mahasiswa enggan untuk menggunakan hak pilihnya di dalam pemira.
Nah kalau sudah seperti itu, bagaimanakan nasib demokrasi di dalam kampus?

Kalau kita mau berfikiran positif tentang pemira, maka kita bisa belajar banyak dari sana. Karena pada dasarnya KM ITS di design sebagai sebuah miniatur pemerintahan bangsa ini. Ada ormawa-ormawa yang dapat dibilang sebagai badan eksekutif, lembaga yudikatif, dan lembaga legislatif.

Jika kita selalu dihantui dengan adanya kepentingan-kepentingan golongan, maka semua itu tidak akan berjalan secara dinamis. PEMIRA ITS pun tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan dari mahasiswa ITS. Karena PEMIRA dilakukan karena ada kebutuhan regenerasi ormawa dari mahasiswa ITS, dan dilaksanakan oleh para mahasiswa ITS, dan juga untuk kepentingan KM ITS.
Apakah Golput itu pilihan?
Dalam suatu pemilihan pastilah akan muncul istilah Golput (Golongan Putih). Mereka memandang bahwa tidak memilih adalah suatu pilihan. Kalau menurut saya sih memang benar, itu adalah sebuah pilihan. Mereka “Memilih untuk -Tidak Memilih- “. Namun kalau kita telaah lebih dalam mengenai demokrasi, apakah bijak hal seperti itu dilakukan oleh orang-orang yang bisa dibilang kaum intrlektual? Tidak memilih karena berhalangan untuk memilih “its ok”, tapi kalau tidak memilih karena tidak suka dengan politik?

Keberadaan mahasiswa yang suka golput ini akan mengancam eksistensi ormawa yang ada di KM ITS. Bagaimana tidak, kalau kita kaitkan dengan prinsip demokrasi maka PEMIRA tidak akan jalan jika setiap orang memilih untuk golput. Kalau memang merasa calon yang maju tidak sesuai dengan yang kamu inginkan, cobalah cari calon yang memenuhi criteria yang sudah kamu tentukan.
                Kalau semua jauh dari yang kamu inginkan?
Kalau kamu menganggap semua jauh dari ideal, kenapa gak kamu sendiri yang mendaftarkan diri sebagai peserta pemira (Ca-Pres BEM, Ca-DPM). Karena tidak mungkin kita mendapatkan seorang yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

Krisis Kepemimpinan Nasional.
Menurunnya partisipasi mahasiswa dalam hal menjalankan miniatur demokrasi akan berimbas kepada kepemimpinan nasional kedepan. Dengan sedikitnya peserta pemira maka dapat dipastikan menurunnya minat untuk berkader dalam hal kepemimpinan dan menejerial. Padahal Indonesia saat ini membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai moral, integritas, dan softskill yang memadai. Dan satu lagi hal terpenting, dia harus mangerti kearifan lokal Indonesia.
“Memilih Jangan Asal, Nanti Menyesal”

Sebuah kata-kata yang mempunyai sebuah makna dalam demokrasi atau pemilihan umum. Karena kalimat tersebut berisi sebuah himbauan kepada masyarakat untuk tidak asal memilih. Jadi alangkah baiknya sebelum memilih mereka minimal sudah mengenal, kemudian mengetahui kapabilitas dari calon. Karena pada dasarnya setiap penyesalan pasti akan dating belakangan.

-Jangan Lupa Partisipasi dalam Pemira ITS 2012-
-Bayu Prasetyo, Anggota KPU PEMIRA 2012-

Selasa, 09 Oktober 2012

Meramal Potret Nusantara


Tidak terasa sebentar lagi usia Indonesia akan bertambah menjadi 67 tahun. Namun dengan usia yang tidak muda lagi, Indonesia belum bisa memperlihatkan eksistensinya sebagai Negara maju di kancah internasional. Bahkan dengan Negara tetangga kita Malaysia yang usianya 12 tahun lebih muda dari Indonesia saja kita masih bisa dikatakan ketinggalan. Kita sebagai salah satu penerus bangsa Indonesia harus berani dan ikut serta untuk memikirkan masa depan bangsa kita tercinta.

Tidak bisa dipungkiri bahwa negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.500 pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke. Potensi dari wilayah kelautan dan pesisir secara nyata dapat memberikan keuntungan ekonomi melalui pemanfaatan migas, jasa kelautan, pariwisata, serta sumber daya laut hasil penangkapan ikan dan budidaya.

Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar di Indonesia. Dengan potensi alam yang sangat mendukung ini seharusnya kita dapat memperoleh hasil-hasil pertanian yang optimal dan mampu bersaing di luar negeri. Selain itu kita juga mempunyai kampus dengan latar belakang pertanian. Dengan kemampuan-kemampuan yang telah didapatkan di kawah pendidikan ini kita mempunyai potensi untuk mendapatkan inovasi baru dalam optimalisasi lahan dan pemilihan bibit unggul. Penyuluhan kepada petani juga diperlukan agar pera petani bisa mengoptimalkan lahan yang mereka miliki dan juga effisiensi penggunaan pupuk agar tanah tetap subur.

Bahari Indonesia
Kemudian pemerataan distribusi pembangunan harus dilaksanakan, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan di pelosok-pelosok Indonesia. Termasuk pelayanan gratis untuk masyarakat miskin dan masyarakat pelosok. Karena hal tersebut sama saja kita menanamkan sebuah investasi Sumber Daya Manusia yang terdidik dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan di masa depan.


Letak geografis Indonesia yang berada di bibir pasifik merupakan salah satu keuntungan yang besar bagi Indonesia. Karena di wilayah Eropa harga buruh mahal dan sumber daya alamnya juga kurang maka para pemodal mulai melirik negara-negara berkembang untuk menanamkan investasinya. Hal ini merupakan peluang yang besar yang besar bagi kita dengan menarik pemodal (investor) untuk memajukan industri di Indonesia. Hal ini ditunjukkan untuk menggerakkan roda ekonomi bangsa kita.

 Kemajemukan budaya Indonesia menjadi salah saktu faktor penting dalam perekonomian bangsa. Kita seharusnya mampu bertanggung jawab atas pelestarian budaya yang ditinggalkan oleh pendahulu kita. Kita bisa melakukannya dengan membentuk sebuah sanggar masing-masing kebudayaan. Kemudian pemerintah juga harus berpartisipasi aktif dalam berjalannya sanggar tersebut. Karena kemajemukan budaya kita merupakan salah satu asset negara yang seringkali tidak mendapatkan perhatian khusus dalam kelestariannya. Para wisatawan mancanegara pasti lebih tertarik untuk mengunjungi Indonesia ketika mereka disuguhi beragam budaya khas Indonesia.

Banyak sekali potensi yang lain yang dimiliki bangsa ini. Tinggal bagaimana kita sebagai salah satu potensi investasi Sumber Daya Manusia yang dimiliki bangsa ini mampu untuk membaca peluang-peluang yang ada di depan mata. Sudah banyak kaum terdidik yang ada di Indonesia. Kita saat ini tinggal menggerakkan mereka dan menyamakan visi kita. Mengintegrasikan seluruh komponen pembangunan mulai dari potensi SDM, potensi SDA dan juga harus berani memberikan sebuah investasi (modal) untuk menggerakkan sector-sektor tersebut. Jika semua hal tersebut bisa terlaksana bukan tidak mungkin bangsa ini akan jauh lebih baik dari yang bisa kita lihat saat ini.

Jumat, 28 September 2012

Ormek dan Ritual Tengah Malam

Apakah anda pernah mendengar ormek? Ataukah anda termasuk dalam keanggotaan ormek? Mungkin jika anda belum pernah mendengar kata ormek, akan saya beri penjelasan disini. Ormek merupakan kependekan dari organisasi ekstra kampus. Namanya saja sudah ekstra kampus, jadi organisasi ini adalah organisasi selain organisasi di dalam kampus (yang resmi di kampus).

Namun ada satu hal yang harus teman-teman ketahui. Walaupun organisasi ekstra kampus bukan berarti organisasi ini tidak resmi. Organisasi ekstra kampus biyasanya berada di bawah naungan Menpora (Kementrian Kepemudaan dan Olahraga). Maka jika pandangan anda itu merupakan organisasi yang ilegal, saya rasa itu salah besar.

Jika ditanya peranannya untuk bangsa, Ormek sangat memberikan sumbangsihnya untuk negeri ini. Terutama dalam hal kaderisasi penerus bangsa. Kebanyakan ormek adalah organisasi perkaderan. Mereka berlomba-lomba untuk mencetak kader-kader terbaik baik itu di dalam kampus ataupun di dalam masyarakat. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi ekstra.

Kamis, 27 September 2012

Mungkinkah PKI itu Korban G 30 S?


Indonesia pada tahun 1960-an merupakan salah satu negara yang tidak disukai oleh blok barat khususnya Amerika. Di era itu terjadi perang dingin antara kaum kapitalis (Amerika dan sekutunya) dan kaum komunis (RRT dan Uni Soviet). Dan alasan kenapa Indonesia tidak disukai oleh blok barat dikarenakan di Indonesia partai komunis merupakan partai yang legal.  Sehingga kebencian Amerika saat itu memuncak dan menghentikan segala bantuan yang diberikan ke negara Indonesia. Presiden Soekarno kala itu menyambutnya dengan pernyataan yang keras “ Go to hell with your aid”. Dan karena hal itulah Amerika mulai ikut campur dalam drama yang lebih familiar kita sebut sebagai “kudeta merangkak”.

Masalah internal Indonesia salah satunya keterpurukan Indonesia dalam hal sosial, politik, dan ekonomi menjadi salah satu faktor yang juga berpengaruh dalam G 30 S. Namun ada hal yang terpenting yang harus kita ketahui bahwa pada saat itu pula TNI AD mengalami perpecahan menjadi dua kubu. Kubu yang pertama sering disebut sebagai Dewan Jendral (kubu A.Yani) dan kubu yang kedua adalah Dewan Revolusi (kubu Nasution)